Tag

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Selamat Malam teman-teman…

Sudah lama SD nggak nulis Ocehan Malam, soalnya beberapa hari ini banyak pikiran dan malah jadi pusing sendiri. Yah namanya juga manusia, pasti punya masalah. Kata guru saya, masalah itu sudah satu paket diciptakan oleh Allah sebagai bagian dari fitrah manusia. Karena masalah itu adalah satu-satunya cara agar manusia itu bisa belajar selama kehidupannya di dunia. Mumpung ini malam 10 terakhir di Bulam Ramadhan, sudah saatnya saya merenungkan diri saya.

Hari ini saya curhat sama FO soal sampai kapan saya mau jadi Hikikomori seperti ini? FO terus berusaha menyemangati saya supaya terus berlatih agar saya tidak takut lagi menghadapi kehidupan sosial di luar sana. Tidak mudah memang, karena selama 3 tahun ini saya selalu menghindari kehidupan sosial dengan masyarakat.

Mungkin perasaan saya hanya bisa saya ungkapkan dalam bentuk tulisan, karena saya bukan tipe orang yang bisa curhat langsung di depan orang lain. Bahkan saya saja jarang curhat sama FO, padahal dia adalah orang yang paling dekat dengan saya.

Malam ini saya mau menuliskan perasaan saya lewat puisi saja.

Tak Akan Lagi Berharap pada Manusia

Aku selalu bilang tidak mau
saat seluruh dunia menuntutku
dan orang-orang memandang ke arahku
Memandang seolah aku ini batu

Semenjak dahulu aku selalu sendiri
Meski hujan turun dan badai menghampiri
Oh ya, aku berharap untuk ditemani
Tapi semuanya akan padam bagai api

Jika api itu adalah teman
maka hangatnya adalah kekuatan
Tapi saat angin melipatgandakan
panasnya membakar seluruh harapan

Teman baik itu sesuatu yang mahal
Tidak bisa dibeli ataupun dijual
Meskipun jenius ataupun bebal
tak pernah pamrih sedari awal

Saat masalah datang bertubi-tubi
teman baik akan datang dengan hati
Tapi ada kalanya kita harus menyadari
bahwa mereka juga memiliki hari-hari

Sudah saatnya berhenti berharap pada manusia
karena setiap manusia memiliki masalah yang berbeda
Bukan juga hal yang bijak berharap pada dunia
karena Tuhanku Yang Maha Satu adalah segalanya

Manusia lahir ke dunia dalam keadaan menangis
Manusia hidup di dunia tertawa dan menangis
Tapi aku tak ingin mati dalam keadaan menangis
Karena aku ingin kehidupan setelahnya menjadi manis

19 Agustus 2011
Oleh : SD

Puisi ini masih ada lanjutannya mungkin, tapi tidak malam ini. Malam ini saya hendak merenungkan sesuatu tentang kehidupan saya di dunia ini. Sampai jumpa di Ocehan Malam berikutnya. Ja mata ne..🙂

~SD.