Tag

, , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Yohohoho… minna-san.๐Ÿ™‚

Sore ini SD mencoba menulis puisi lagi, hanya saja puisi yang ini tidak memiliki rima melainkan memiliki akhiran huruf yang unik di setiap barisnya.

Puisi ini dibuat karena peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-66 yang jatuh pada hari ini. Temanya tentang Indonesia yang divonis tidak akan bertahan hingga mencapai umur 100 tahun karena kondisi pemerintah dan masyarakatnya yang carut marut. Yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin. Banyak yang tidak sadar atau pura-pura tidak tahu akan hal ini, tidak mau saling membantu, padahal dahulu banyak pahlawan pejuang negeri ini yang mengajarkan agar kita saling membantu.

Sekarang kita tinggal pilih, mau merdeka atau malu sepanjang peradaban? Tapi untuk masalah malu, tentunya ini bukan hal yang baru bukan?

Mari kita simak puisinya berikut ini :

Merdeka atau Malu!

Negeri ini divonis bermasa depan suram
dengan kebanyakan penduduknya yang kere
dan yang sebagian yang kaya lagi makmur
Kasta yang masih bertahan selama berabad-abad
Tak ada tempat yang nyaman bagi orang kere
bahkan jika mereka terus meminta sambil berteriak
Siapa menolong? Meski Tuhanku mengetuk hati mereka

Negeri ini divonis akan menghilang nantinya
Tak heran bagi peradaban yang mulai berkarat
Padahal negeri ini masih terlalu muda
Oh, itu bukan berita yang baru

Tapi negeri ini masih memiliki siang dan malam
yaitu waktu yang diberikan Tuhanku untuk memperbaikinya
Meski nantinya akan banyak aral
Oh, itu bukan cerita yang baru

17 Agustus 2011
oleh : SD

Semoga kita bisa memaknai kemerdekaan ini untuk belajar menjadi manusia yang merdeka supaya kita dapat juga memerdekakan negeri kita tercinta ini.๐Ÿ™‚

~SD.

~ Eh, itu gambar ilustrasi pejuang yang paling kiri mirip Kyon dalam anime Suzumiya Haruhi ya?๐Ÿ˜†