Tag

, , , , , , , , , , , , , , ,

Puisi yang saya tulis kali ini berhubungan dengan artikel yang saya baca semalam. Dalam artikel itu tersebutlah sebuah nama seorang terkenal yang kebanyakan orang menganggapnya pahlawan, namun sebetulnya orang itu membodohi publik. Berbagai media yang kini dikuasai setan berwujud manusia telah membantunya untuk menyesatkan banyak orang. Istilahnya adalah “Setan meminjamkan tangan kepada sesama setan.

Para ahli intelejen selalu berkata “Siapa yang menguasai media (informasi), maka dialah yang menguasai dunia.” sedangkan dalam istilah peperangan kita mengenal kalimat “Siapa yang menguasai dunia, dialah yang menulis buku sejarah.

Berikut puisi saya tentang orang tersebut :

Pahlawan yang Sejatinya Setan

Orang itu kau bilang pahlawan?
Padahal ia mengkhianati kawan
Sekali lagi, kau bilang dia pahlawan?
Meski langit pun ia lawan

Seribu banding satu jumlahnya
Seribu selalu mengelu-elunya
Tapi satu tahu watak aslinya
Hingga matipun begitu adanya

Kau tahu ia melawan langit
Tapi katamu tak ada sedikit
Padahal banyak yang merasa sakit
Sakit dalam hati bagai tercapit

Pahlawanmu itu melawan Tuhanku
Padahal Tuhanku itu juga Tuhanmu
Pemilik semesta, Sang Maha Satu
Yang Maha Tahu meski sekecil debu

Orang itu bukanlah pahlawan!
Orang itu tak ubah setan
yang hanya suka mengumbar gurauan
dan sesuatu yang amat menyesatkan

Orang itu buta mata dunia
Juga buta mata hatinya
Karena menutup sebelah mata
dan menyembah yang satunya

Seribu banding satu tak terelakan
Seribu menjadi tersesatkan
Tapi satu kemudian terselamatkan
Hingga matipun tak ada perubahan

Pahlawan yang sejatinya setan
Setan yang sejatinya lawan
Lawan yang sejatinya menyesatkan
Menyesatkan hingga seribu kawan

13 Agustus 2011
Oleh : SD

Saya tidak akan menyebutkan nama orang tersebut. Tapi mungkin sebagian dari pembaca ini tahu siapa orang tersebut. Orang tersebut pernah menantang Allah dengan kata-katanya, dan bahkan menggadaikan negaranya kepada kaum Zionist lalu mati dalam keadaan tanpa penyesalan. Banyak orang yang menganggapnya pahlawan, namun kenyataan tak akan terelakkan. Sadarlah wahai saudara-saudaraku.

~SD.