Tag

, , , , , , , , , , , ,

Selamat Malam teman-teman…

Tulisan ini saya buat karena masih banyak para Netter atau juga orang awam yang baru mengenal internet tetapi tidak mengerti bagaimana internet itu bekerja, apa manfaatnya, dan apa bahayanya jika salah digunakan. Dalam hal ini saya ingin membahas tentang identitas pribadi yang banyak ditemukan di internet.

Tahun 1999 saat saya baru pertama kali dikenalkan dengan internet oleh om saya yang kuliah di jurusan komputer, saya mulai tertarik dengan berbagai kemampuan internet yang dapat mencari data apapun dari seluruh dunia. Saat itu saya berpikir bahwa internet adalah perpustakaan terbesar di dunia yang mencatat berbagai data dan pengetahuan terbaru manusia.

Kisah di bawah ini berhubungan dengan kecerobohan saya yang terlalu mudahnya saya menulis identitas lengkap saya di internet, dalam hal ini adalah nama asli dan nomor ponsel saya.

Pada tahun 2006, tak terasa bahwa saya sudah 7 tahun mengenal internet dan berbagai kemampuannya. Saat itu saya aktif dalam berbagai milis di internet, salah satunya adalah milis yang ada di Yahoo. Salah satu milis yang saya ikuti tersebut merupakan milis yang bertujuan untuk membagi berbagai pengetahuan sejarah, namun karena kedekatan anggota-anggotanya milis tersebut menjadi lebih dari sekedar tempat berbagi pengetahuan.

Di milis tersebut saya mengenal seorang anggotanya yang berasal dari Kuwait. Saya tidak akan menyebutkan nama, namun dia mengaku adalah seorang istri dari pengusaha minyak yang ada di Kuwait. Tentu saja saya tidak akan mudah percaya karena hanya fotonya saja yang menjadi bukti. Dia juga menunjukkan sebuah foto yang menunjukkan kalau dia pernah berlibur ke Indonesia dengan suaminya.

Pada suatu hari, dia mengirimi saya email yang berisi berita kalau suaminya meninggal karena sakit. Dia berkata kepada saya kalau kematian suaminya akan membuat keluarganya menjadi terpecah belah. Warisan yang ditinggalkan suaminya konon mencapai puluhan dolar Amerika! Dia tidak ingin hal itu terjadi dan meminta bantuan saya untuk menghabiskan uang tersebut untuk amal.

Awalnya saya tidak percaya, namun pada email berikutnya dia menunjukkan sertifikat SDB (Safe Deposit Box) yang nilainya sebesar 10 juta dolar Amerika! SDB tersebut adalah milik suaminya yang disimpan pada sebuah bank di Afrika. Pada saat itu kepercayaan saya terhadapnya mulai terbangun, entah mungkin karena nilai SDB yang fantastis tersebut atau mungkin juga karena hendak digunakan sebagai amal.

Email dan sertifikat SDB tersebut kemudian saya print untuk saya jadikan bukti dan investigasi. Saya lalu menghubungi kenalan saya yang memiliki akses ke orang-orang yang cukup berpengaruh di negeri ini. Beliau kemudian mengajak saya ke Bank Indonesia untuk mengecek kebenarannya. Di Bank Indonesia, kami menemui salah seorang pejabatnya.

~ Oh iya, ceritanya saya loncati karena setelahnya sifatnya rahasia.๐Ÿ™‚

Beberapa hari kemudian sebuah nomor telepon dengan angka yang aneh menghubungi saya. Nomornya berupa kode negara + kode wilayah + dan angka 1 sebanyak 9 kali (111111111), kode negara yang ada di situ saya tidak tahu asalnya. Orang yang menghubungi tersebut adalah orang suruhan teman milis saya yang mengaku istri pengusaha minyak dari Kuwait. Laki-laki tersebut menggunakan Bahasa Inggris dengan logat timur tengah. Orang itu berkata bahwa besok dia sudah ada di Jakarta dengan membawa uang sebesar 5 juta dolar Amerika untuk diserahkan kepada saya, sisanya akan menyusul.

Saya tanya kepada kenalan saya, kenapa orang itu membawa uang cash untuk diberikan kepada saya? Beliau lalu berkata bahwa itu tidak aneh karena orang Arab memiliki kebiasaan bertransaksi dengan uang cash. Mendengar hal itu saya menjadi takut, karena uang yang hendak diberikan kepada saya terlalu besar!

Kenalan saya tersebut kemudian menghubungi seseorang yang bekerja di intelejen untuk membantu saya, dan saya memutuskan untuk mundur dan menyerahkan kasus ini kepada beliau. Untuk keamanan saya sementara tinggal jauh dari tempat saya tinggal, dan nomor ponsel juga saya matikan untuk sementara. Selama beberapa hari saya tidak mendapatkan kabar tentang uang tersebut.

~ Mohon maaf, detail ceritanya saya loncati lagi karena sifatnya rahasia.๐Ÿ™‚

Setelah masalah tersebut dibereskan oleh polisi, saya baru mengetahui kalau uang tersebut hendak diberikan kepada saya untuk pencucian uang atau Money Laundry. Uang tersebut belakangan diketahui adalah hasil bisnis narkoba di Afrika. Hii… serem kalau saya sampai terlibat!

Untuk membersihkan nama dan menghapus jejak saya, semua identitas lengkap saya di internet dibersihkan dengan bantuan orang IT. Dari kasus ini saya belajar untuk tidak mudah mempercayai orang di Internet dan jangan menulis identitas lengkap saya di Internet.

Lalu bagaimana nasib komplotan yang menipu saya dengan uang haram tersebut? Kalau hal itu saya tidak tahu, mungkin juga kasus mereka diurus oleh Polisi Internasional.

Keren kan pengalaman saya? Mirip film-film Holywood. Keren tapi bikin saya deg-degan lho! Saya pikir saya hendak diincar kartel narkoba internasional.๐Ÿ˜†

Bahaya lainnya mengumbar identitas lengkap di Internet

Selain pengalaman saya tersebut, bahaya lain yang mungkin akan terjadi jika kita mengumbar identitas lengkap adalah penggunaan alamat kita untuk kejahatan. Misalnya untuk menipu orang lain saat bertransaksi online, untuk penipuan kartu kredit, masalah hutang piutang, kemudian stalker yang mencari alamat lengkap kita, dll.

Sebisa mungkin JANGAN PERNAH TULIS identitas lengkap kita di Internet, seperti :

  • Alamat Rumah
  • Tahun kelahiran (kalau bisa tanggal dan bulannya juga)
  • Nomor Telepon & Nomor Ponsel (HP)
  • Nama Orang Tua
  • Nomor Rekening, PIN, dan kartu kredit
  • Password yang digunakan di Internet

Namun jika alamat lengkap diperlukan untuk transaksi online, ada baiknya kita tahu betul dengan siapa kita bertransaksi. Sebisa mungkin alamat dikirim melalui email karena lebih aman. Alamat email juga harus diganti passwordnya secara berkala. Jika tidak, gunakan password yang sulit untuk dipecahkan orang lain.

Untuk masalah nomor telepon, sebaiknya gunakan nomor ponsel (HP) khusus untuk berjualan online. Bedakan nomor yang digunakan untuk pribadi dengan untuk bisnis. Jangan juga menggunakan nomor telepon rumah! Dalam kasus saya di atas, penjahatnya menggunakan sejenis hacking lho untuk menghubungi saya agar nomornya dia tidak terlacak, sedangkan nomor saya dengan mudahnya dapat terlacak. Bahkan dia bisa tahu saya ada di mana!

Selain itu jangan pernah juga menulis status Facebook, Twitter, atau sejenisnya yang menyatakan bahwa rumah dalam keadaan kosong atau sendirian di rumah. Karena bisa mengundang maling, bahkan dari orang yang kita kenal sekalipun.

Dunia Internet memudahkan manusia untuk berkomunikasi, namun juga seperti pisau bermata dua yang bisa melukai dari kedua sisinya. Jadi waspadalah dengan bahaya dunia informasi!

~SD.