Tag

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Konichiwa, minna-san…

Jumpa lagi di ulasan anime SD yang berikutnya. Kali ini saya akan membahas anime yang genrenya agak aneh. Gimana nggak aneh, anime kok genrenya Absurd! Mari kita ulas bersama.πŸ™‚

Sayonara, Zetsubou-Sensei!

Genre : Absurd, Sindiran, Kehidupan Sekolah, Parodi, Komedi
Penulis : Kumeta Kouji
Studio : Shaft
Episode : 38 Episode (3 Season) + 5 OVA
Jadwal tayang : 7 Juli 2007 – 23 September 2007 (Season 1), 5 Januari 2008 – 29 Maret 2008 (Season 2), 4 Juli 2009 – 26 September 2009 (Season 3)
Dapat ditonton oleh : Dewasa 20+

Sayonara, Zetsubou-sensei!” dalam bahasa Indonesia berarti “Selamat tinggal, Guru Keputusasaan!“. Maksudnya Guru Keputusasaan di sini adalah seorang guru SMA bernama Itoshiki Nozomi yang hobinya bunuh diri. Karena itu sebelum saya memulai ulasan ini, maka saya ingatkan bahwa anime ini sangat tidak dianjurkan untuk ditonton anak-anak! Bahkan menurut saya remaja di bawah 20 tahun belum layak menontonnya. Kenapa? Karena anime ini memiliki konten yang sangat berat bagi pemikiran remaja yang masih labil. Selain itu beberapa Fan Service berlevel Ecchi, Yaoi, Yuri, dan pembahasannya juga sangat tidak cocok untuk anak-anak!

Oh iya, meski begitu anime ini sangat menarik karena banyak parodinya. Misalnya, pada episode 1 kita akan melihat parodi dari Baywatch saat akan beralih ke paruh kedua anime. Selain itu pada episode lainnya muncul Hatsune Miku sebagai cameo! Atau pada season 2 sang guru akan beradegan terjun bebas seperti Renton dalam anime Eureka Seven. Parodi-parodi anime terkenal lainnya seperti Gundam, Crayon Shin-chan, dan Mahou Shoujou akan banyak bermunculan.πŸ˜€

Hatsune Miku sebagai cameo dalam Sayonara Zetsubou-sensei!

Komedi dalam anime ini sangat bagus dan membuat saya tertawa. Namun mungkin akan ada banyak humor yang cukup asing bagi penonton yang kurang mengerti tentang filsafat, budaya dan sejarah Jepang, atau bahkan parodi anime lainnya. Humor dalam anime ini juga bertingkat-tingkat, mulai dari humor ringan hingga humor yang sulit dimengerti karena bahasa dan pengetahuan kita yang kurang.

Cerita :

Pemeran utama dalam anime ini adalah seorang guru SMA yang ganteng dan berkacamata bernama Itoshiki Nozomu. Meskipun tugas seorang guru adalah mengajarkan anak-anak muridnya berbagai hal-hal yang baik, namun bagi guru ini tidak ada hal yang baik di dunia, dia menganggap semuanya buruk. Itoshiki-sensei adalah tipikal manusia yang selalu pesimis, mudah putus asa, dan selalu berpikiran negatif.

Itoshiki Nozomu-Sensei

Pada awal musim semi saat hari pertama masuk sekolah, Itoshiki-sensei bertemu dengan seorang gadis yang merupakan siswi dari sekolah tempat dia mengajar (namun Itoshiki-sensei tidak menyadarinya). Saat itu sang guru sedang mencoba menggantung diri di bawah pohon sakura yang sedang bermekaran. Pertemuan mereka adalah sebuah takdir, sang gadis kemudian menarik guru tersebut hingga talinya terputus dan kemudian terjatuh. Saat terjatuh kemudian sang guru berkata kepada gadis yang menariknya tersebut, “Kalau aku mati gimana!?”πŸ˜†

Itoshiki-sensei saat ditemukan gantung diri olehΒ Kafuka Fuura

Gadis yang menemukannya tersebut bernama Kafuka Fuura (bukan nama aslinya), dia adalah seorang gadis yang terlihat ceria dan selalu berpikiran positif. Sifatnya mungkin terlihat berlawanan dengan Itoshiki-sensei, namun sebenarnya gadis ini memiliki kepribadian ganda karena kehidupan di rumahnya semenjak masa kecilnya yang membuatnya menderita. Otonashi Meru yang merupakan teman sekelasnya menyadari aura pembunuh dari gadis ini saat melihat kedua matanya.

Oh iya, rata-rata karakter dalam anime ini cewek lho! Karakter cowoknya (selain Itoshiki-sensei tentunya) sedikit dan mungkin dianggap nggak terlalu penting. Karakter cewek-ceweknya pun rata-rata jatuh cinta sama sang guru dikarenakan kesalahpahaman mereka.πŸ˜€ Kebanyakan karakter dalam anime ini unik-unik, misalnya ada cewek Stalker yang selalu mengikuti ke manapun Itoshiki-sensei pergi, kemudian ada Hikikomori yang mengurung dirinya di sekolah, lalu ada gadis super perfeksionis, dan masih banyak lagi. Yang jelas tonton sendiri aja ya!πŸ˜€

Animasi :

Anime ini merupakan anime buatan studio Shaft yang memiliki kualitas gaya penggambaran anime yang unik. Mulai dari karakternya, latar gambarnya, hingga bagaimana Shaft mengimajenasikan komedinya, semuanya dikemas dengan sangat berbeda. Bagi yang tidak terbiasa dengan gaya Shaft ini mungkin agak aneh dan bingung. Tapi yang namanya anime juga adalah seni, dan seni itu boleh dikreasikan sesuai dengan sang pembuat seni tersebut. Pokoknya Shaft nggak ada duanya deh kalau soal keunikan animasi.πŸ˜€

Oh iya, di anime ini ada mukanya MAEDAX yang berperan sebagai sensor dalam setiap Fan Service yang muncul. Nggak selalu sih, kadang juga ada yang nggak (atau lupa?) disensor. Tapi menurut saya sensor dengan wajah MAEDAX merupakan bagian dari komedi yang disajikan oleh Shaft.

Musik dan Suara :

Musik dalam “Sayonara, Zetsubou-sensei!” menurut saya… hmmm… bagi saya yang kurang mengamati musik dalam anime sepertinya cukup bagus, terutama ending-endingnya. Misalnya di season 2 endingnya sepertinya memparodikan anime Nana, berikut gaya video klipnya. Tapi secara keseluruhan jujur saya kurang tertarik.

Soal suara latar belakangnya, kalau anime besutan Shaft saya sih nggak protes lagi karena sudah bagus. Lalu Voice Artist dalam anime ini pun sudah memerankan perannya masing-masing dengan baik. Wajar sih, para Voice Artist dalam anime ini termasuk sudah berpengalaman di dunia anime lho!

Karakter :

Karakter-karakter utama anime ini : (dari kiri ke kanan) Sekiutsu Maria Tarou, Fujiyoshi Harumi, Kimura Kaede/Kaere, Kitsu Chiri, Kafuka Fuura/Akagi An, Itoshiki Nozomu-sensei, Tsunetsuki Matoi, Komori Kiri, Kobushi Abiru, Otonashi Meru, dan Nami Hito.

Karakter Keluarga Itoshiki : (dari kiri ke kanan) Enishi, Koutei Penguin, Majiru, Nozomu, Rin, Mikoto, Kei, dan Tokita/Sebastian.

Saya nggak akan banyak mengkritisi tentang karakter dalam anime ini dikarenakan ini adalah anime yang cukup berat untuk ditonton. Soalnya kritisi orang bisa berbeda-beda jika anime yang diulas bergenre unik seperti ini. Yang jelas karakter dalam anime ini memiliki pengembangan yang cukup merata, baik itu karakter-karakter utamanya, karakter pendukungnya, karakter nggak pentingnya, bahkan MAEDAX sendiri!πŸ˜†

Karakter favorit saya dalam anime ini ada 3, yaitu Kafuka Fuura, Tsunetsuki Matoi dan Nami Hito. Kafuka Fuura jelas adalah karakter utama yang memiliki kepribadian kompleks, Matoi-chan adalah karakter stalker yang selalu mengikuti Itoshiki-sensei, sedangkan Nami Hito adalah karakter paling normal (atau mungkin juga nggak?) dalam anime ini. Saya sendiri nggak tahu kenapa saya suka mereka, apa mungkin karena saya suka gadis-gadis yang potongan rambutnya pendek ya? Moe itu buat saya!πŸ˜€

Jadi apakah anime ini layak untuk ditonton?

Anime ini mungkin salah satu anime dengan genre langka dan menurut saya layak untuk ditonton. TAPI… hanya untuk yang sudah cukup umur! Kenapa? Karena anime ini termasuk anime berat yang banyak berisi hal-hal yang hanya dapat dicerna oleh orang dewasa. Misalnya banyak pemahaman-pemahaman yang belum saatnya diterima oleh remaja, terus ada Fan Service juga, lalu ada juga adegan Yaoi (homoseks) dan Yuri (lesbian) yang nggak boleh ditiru!

Namun selain hal-hal negatif yang ada di anime ini, banyak juga hal positif yang dapat kita ambil. Caranya adalah dengan menanggapi anime ini secara terbalik. Misalnya kalau di situ Itoshiki-sensei gampang putus asa, maka kita harus bisa memahami nggak enaknya jadi orang yang selalu putus asa dan pesimis. Selain itu jadikan anime ini hanya sebagai hiburan, jangan ambil secara serius konten yang berat-beratnya, dengan begitu anime ini menjadi menyenangkan untuk ditonton.

~SD.

~ Lain waktu saya akan membahas anime yang membuat perasaan dan jiwa kita bersemangat karena menontonnya. Tunggu aja.πŸ™‚