Tag

, , , , , , , , , , , , , , , , ,

Bagaimana puasanya hari ini? Semangat? Lemas? Atau malah batal? Jangan sampai batal ya, wong saya aja yang nggak biasa puasa aja masih kuat sampai maghrib. Hehehe…πŸ˜€

Tadi sore waktu saya mengingat-ingat pengalaman puasa dari saya kecil, mulai dari puasa seperempat hari, puasa setengah hari, dan puasa sampai maghrib. Ada hal-hal lucu yang saya ingat tentang proses saya belajar puasa, yaitu tak sengaja makan dan minum.

Eh, ini beneran nggak sengaja lho!πŸ˜›

Ada 3 cerita pengalaman yang saya ingat, diantaranya adalah waktu saya SD, waktu SMP, dan terakhir waktu kuliah.

~~~

Pengalaman pertama adalah waktu saya SD, namun tepatnya kelas berapa agak remang-remang ingatan saya. Maklumlah waktu itu memori saya masih menggunakan Floppy Disk. Tapi kalau nggak salah sekitar kelas 3 atau 4 SD, dan saat itu saya sedang berlatih untuk puasa sampai maghrib.

Saat sore hari, kira-kira pukul 4 seperti biasa saya mandi setelah sepulang dari bermain, itupun Ibu saya harus meneriaki saya hingga saya benar-benar menyiram badan saya dengan air. Heran deh, kok anak kecil di suruh mandi susah sih? (padahal diri sendiri itu)πŸ˜†

Saat mandi saya berpikir kalau minum saja tidak boleh, kalau berenang boleh nggak ya? Sebuah pemikiran yang sangat membuat saya penasaran waktu itu. Lalu saya tanya ke Ibu saya, kebetulan beliau sedang masak di dapur dan dapurnya pun bersebelahan dengan kamar mandi.

“Buuuu… kalau berenang batal nggak sih?” tanya saya.

Tapi Ibu saya tidak menjawabnya. Mungkin suara saya kalah dengan bunyi air keran yang mengalir. Dan saya pun kembali bertanya dengan suara lebih keras.

“Ibuuuu… kalau berenang puasanya batal nggak sih!?”

Ibu saya pun tak kunjung menjawab. Waktu itu saya pikir Ibu malas atau tidak mau menjawabnya, tapi kini saya mengerti kalau beliau sedang masak maka konsentrasinya akan ditujukan sepenuhnya untuk masakannya. Masakan beliau memang terkenal enak dan sering sekali sekolah tempat beliau mengajar memesan masakan hasil racikan beliau.

Karena beliau tidak menjawab, kemudian tanpa pikir panjang saya lalu menceburkan diri ke dalam bak mandi. Bak mandi kami waktu itu cukup besar, bahkan bisa digunakan untuk berendam. Saat bermain air di dalam bak mandi tersebut, tentu saja saya merendam seluruh tubuh saya hingga kepala. Lalu tanpa sadar beberapa teguk air bak tersebut terminum oleh saya. Saat itu Ibu saya membuka pintu kamar mandi dan menemukan saya di dalam bak.

Ya Allah… orang puasa kok malah nyebur ke dalam bak!” kata Ibu saya.

Sambil nyengir lalu saya berkata, “Hehe… nggak sengaja keminum airnya.”πŸ˜€

Dan puasa hari itu pun berakhir jam setengah lima karena batal di dalam bak mandi. Hahaha…πŸ˜†

~~~

Pengalaman kedua adalah saat saya SMP. Waktu itu siang hari sepulang sekolah saya mampir ke rumah nenek yang letaknya nggak jauh dari rumah. Kalau nggak salah sih waktu itu masih puasa hari-hari pertama.

Nah, kalau datang ke rumah nenek saat pulang sekolah biasanya saya memiliki kebiasaan unik, yaitu membuka kulkas dan mengambil air dingin untuk dibuat sirup. Karena kebiasaan, ya akhirnya dibuatlah sirup rasa jeruk.

Es Sirup rasa Jeruk

Lalu dengan santainya saya duduk di depan terebi (TV) sambil menikmati sirup tersebut. Tak lama kemudian tante saya pulang dari warung sehabis belanja.

Woi, siang bolong puasa-puasa gini kok bikin es sirup?” tanya tante saya.

Heh, puasa?” jawab saya agak bingung karena lupa.

Iya, puasa.” jawabnya meyakinkan saya.

“Heeeeeh…!! Puasa ya!! Kok bisa lupa sih!?” lalu saya teriak karena kaget.

Kemudian saya berhenti minum es sirup tersebut (padahal sudah tinggal sedikit), dan tante saya menyuruh saya untuk melanjutkan puasa. Kata tante saya, “Rejeki itu, nggak batal kok.

Hehehe… itu kebiasaan lho! Nggak sengaja.πŸ˜›

~~~

Pengalaman ketiga adalah waktu kuliah, sekitar tiga tahun lalu. Saat itu Ibu saya baru pulang dari mengajar. Saat itu kalau tidak salah pertengahan bulan Ramadhan.

Biasanya jika bulan Ramadhan, Ibu saya adalah sosok Ibu rumah tangga yang rajin membuat berbagai hidangan berbuka, mulai dari kolak pisang, gorengan, bakwan jagung, kue-kue, es kopyor, dan masih banyak lagi. Tapi hari itu beliau pulang dari sekolah membawa beberapa bungkus es cendol untuk berbuka nanti sore. Es cendol itu pun beliau taruh di atas rak piring yang ada di dapur. Ibu tidak tahu bahwa siang itu saya ada di rumah, dan saat sedang berada di dapur saya menemukan es cendol itu.

Es Cendol

Seperti cerita di atas tadi, saya lupa kalau hari itu adalah bulan puasa, dan tentunya saya juga sedang berpuasa. Tanpa pikir panjang saya ambil sebungkus cendol, kemudian cendol itu saya tuang ke dalam mangkuk, lalu saya makan di tempat (di dapur).

Ibu yang lupa memasukkan es cendol tersebut ke dalam kulkas lantas kembali ke dapur dan memergoki saya sedang asyik menikmati es cendol tersebut di hari yang panas di bulan puasa. Tapi Ibu datang cukup terlambat, karena sebungkus es cendol yang saya makan sudah habis tak tersisa.

Kamu puasa?” tanya Ibu.

Heh?? Puasa?? Eh iya, lupa kalau sekarang bulan puasa!” jawab saya dengan nada… entah senang atau menyesal saya bingung sebetulnya.

Kemudian Ibu tertawa saat tahu bahwa saya lupa dan menghabiskan satu bungkus es cendol. Benar-benar rezeki yang luar biasa, satu bungkus es cendol di hari yang panas! Hehehe…πŸ˜€

~~~

Begitulah 3 pengalaman saya tentang rezeki tak sengaja makan dan minum yang diberikan Allah kepada saya. Bagaimana dengan teman-teman? Apakah punya pengalaman yang sama? Atau mungkin lebih menarik lagi? Kalau ada, mungkin teman-teman bisa membagi pengalaman kalian di sini.πŸ™‚

~SD.