Tag

, , , , , , , , ,

Teman-teman… Jakarta kok panas banget ya?

Pertanyaan di atas sepertinya sudah terjawab dengan tulisan di header blog ini, yaitu “Everyday is summer in Indonesia“. Wajar aja, wong Indonesia itu negara tropis. Tapi kenapa Jakarta panasnya kadang sampai bikin gelisah ya?

Kalau panas-panas begini biasanya saya makan es krim. Biasanya es krim yang saya makan es krim kemasan yang ukuran 700ml, dan itu habis dalam waktu setengah jam aja! Hehehe…πŸ˜€

~ Ngomong-ngomong SD ngetik postingan ini sambil makan es krim lho!πŸ˜›

Es krim yang biasa saya beli mereknya Campina Neapolitan. Biasanya paling suka yang rasa Stroberi-Vanila-Coklat atau Bluberi-Vanilla-Coklat. Kalau yang bluberi di vanilanya ada choco chipnya. Pernah juga sih nyobain yang rasa Capuccino, tapi karena rasanya agak aneh jadi nggak pernah beli lagi.

Kenapa saya belinya Campina, nggak merek Walls atau yang lain aja gitu? Jawabnya, karena kadar susu dalam es krim Campina lebih banyak dan terasa. Saya mau makan es krim yang enak lho, bukan sekedar es krim.

~ Oh iya sebelum diterusin, saya mau kasih tahu kalau postingan ini nggak ada maksud promosi lho! Tapi kalau pihak Campina mau kasih stok es krim selama setahun ya makasih banget. Hehehe…πŸ˜€

Es Krim Neapolitan favorit saya nih!πŸ˜€

Es krim memang sudah menjadi kebutuhan primer saya semenjak saya berhenti minum susu. FO yang dari kecil nggak doyan susu juga pasokan nutrisi kalsium dan protein hewaninya bisa terpenuhi dengan makan es krim. Pokoknya es krim itu menu wajib buat saya.

~ Tapi nanti pas bulan Ramadhan siang-siang nggak boleh makan es krim… T_T

Mari kita mengenal sejarah Es Krim…

Konon pada zaman dahulu, dikala Persia masih jadi negara adidaya, kira-kira 400 tahun SM, orang-orang di sana gemar menuangkan jus anggur ke atas salju yang dikumpulkan di mangkuk. Nah biasanya itu dimakan di kala musim panas. Mirip es serut ya?

Kok bisa musim panas makan salju?

Ya bisa dong, manusia kan pintar-pintar. Mereka menyimpan salju tersebut ke dalam ruang bawah tanah yang dingin, yang disebut yakhchal. Terus buat yang nggak punya yakhchal, mereka harus naik ke pegunungan bersalju dulu buat bisa menikmati es serut rasa anggur tersebut. Kasihan ya…😦

Berikut ini adalah yakhchal, yaitu kulkasnya orang Persia :

Bentuk yakhchal dari bagian luarnya

Bentuk interior yakhchal dan ruang bawah tanahnya

~ Ngomong-ngomong ceritanya saya singkat aja ya, males nulisnya.πŸ˜€

  1. Tahun 400 SM (lanjutan yang di atas) orang-orang Persia sudah mulai memproduksi makanan es serut tadi dengan aneka rasa buah-buahan.
  2. Tahun 200 SM campuran susu beku dan beras digunakan sebagai bahan pembuat makanan sejenis es krim di Cina.
  3. Tahun 50 SM Kaisar Nero dari Romawi membawa es dari gunung untuk dicampurkan dengan aneka buah-buahan. (Kalau yang ini saya nggak yakin yang bener dibikin es serut atau jus buah. :lol:)
  4. Awal abad ke 10 di Arab muncul makanan yang benar-benar es krim. Mereka membuatnya dari susu dan krim, bahkan ada juga yang membuatnya dari yoghurt. Saat itu es krim sangat populer di Arab karena Arab merupakan salah satu pusat perdagangan terbesar di dunia. Es krim tersebut banyak dijumpai dengan berbagai rasa buah-buahan dan madu.
  5. Pada abad ke 12 Kaisar Dinasti Song di Cina menyukai makanan seperti es krim yang mereka temukan sendiri. Kemudian Marcopolo membawa resepnya ke Italia.
  6. Pada abad ke 15 Kerajaan Mughal di India menggunakan ratusan pasukan berkudanya untuk membawa salju dan es guna membuat es serut.
  7. Pertengahan abad ke 15 di Italia sudah ada resep makanan yang mirip dengan es krim yang dibawa oleh Marcopolo.
  8. Abad ke 16 di Prancis sudah ada resep es krim yang mirip dengan es krim yang ada saat ini.
  9. Pada abad ke 18 di Inggris dan di Amerika resep es krim sudah disebarluaskan ke seluruh penjuru negeri. Saat itu semua orang dapat membuat es krimnya sendiri.
  10. Pada tahun 2011 seorang NEET bernama SD mengetik postingan ini sambil menikmati es krim yang sudah dikemas dan siap makan kapanpun dan di manapun. Hahaha…πŸ˜†

Panjang kan sejarahnya? Itu ringkasannya aja lho! Weleh-weleh…πŸ˜€

Ternyata sejarah es krim di era kita udah lama ya? Itu belum termasuk sejarah es krim di era peradaban-peradaban yang hilang lho, macam Atlantis, Mu, Aegea, Maya, dan Jawadwipa.

Es Serut yang dituang limun atau sirup

Oh iya, di atas kan sudah dijelaskan kalau awal sejarah es krim ternyata dari es serut. Inget es serut jadi inget zaman saya waktu SD dulu. Waktu itu ada tukang es serut yang dituang minuman limun atau sirup di atasnya. Enak lho! Sayang sekarang udah nggak ada lagi yang jualan seperti itu. Masalahnya zaman dulu kan yang punya kulkas masih sedikit. Kalau sekarang hampir semua rumah punya kulkas untuk membuat es batu.

Kalau teman-teman ada yang mau share tentang es krim atau es serut bisa ditulis di kolom komentar. Saya tunggu lho…πŸ˜€

~SD.