Tag

, , , , , , , , , , , , , ,

Selamat sore teman-teman…

Akhirnya mood saya kembali untuk dapat meneruskan tulisan trilogi 2 elemen. Matakku, mau nulis aja kok pake ngemood-ngemood segala, dah kaya Spanner aja yang kerja sambil ngemood (baca : ngemut) permen. Katanya Spanner sih glukosa bagus buat meningkatkan kinerja otak, dan ternyata dia benar lho! Sugar for your brain!

Spanner (Katekyo Hitman Reborn!)

Sekarang kita akan memulai membahas 2 elemen yang kemarin. Pada episode sebelumnya kita sudah membahas latar belakang mengapa saya membahas kedua elemen tersebut. Saya mengambil contoh kisah Genghis Khan yang ingin membangun ibukota bagi rakyat Mongolia. Nggak perlu saya ulas lagi ya, selengkapnya teman-teman bisa membacanya di prequel tulisan ini.

Nah, kali ini yang akan dibahas adalah bagaimana kita bisa membedakan kedua elemen tersebut? Bagaimana kita bisa membedakan mana hal-hal yang penting dan mana hal-hal yang tidak penting?

Mungkin bagi kebanyakan orang mereka akan bilang, “Ah itu mudah sekali.”

Benarkah itu mudah? Mari kita ulas bersama!

Mengapa kebanyakan orang mengatakan mereka dapat semudah itu memilah-milah mana hal-hal yang penting dan hal-hal yang tidak penting bagi kehidupan mereka? Jawabannya karena kebanyakan orang merasa sesuatu yang penting adalah sesuatu yang kebanyakan orang juga dianggap penting.

Bingung?

Sama, saya juga bingung! Hahaha…šŸ˜†

Secara sederhananya, sesuatu yang kita anggap penting seringkali malah sesuatu yang sebenarnya tidak penting. Contohnya adalah, apakah punya banyak uang itu penting?

Bagi kebanyakan orang mereka menjawab bahwa punya banyak uang itu penting. Mereka juga akan menambahkan bahwa tanpa uang mereka tidak akan bisa hidup.

Saya sebetulnya gemas mendengar kata-kata “tanpa uang manusia tidak akan bisa hidup” karena saya pernah mengalami saat-saat dimana saya memiliki banyak sekali uang dan saat-saat dimana tidak memiliki uang sama sekali.

Saat saya memiliki banyak uang maka saya akan gelisah dan muncul keinginan ingin beli ini dan itu, akibatnya adalah pemborosan. Namun pernah dimana saya tidak memiliki uang sama sekali malah kegelisahan itu tidak ada! Dan apakah saat itu saya tidak bisa hidup tanpa uang? Oh tidak, rupanya Allah memenuhi janjinya bahwa setiap makhluk di dunia ini tidak akan luput dari pemeliharaan-Nya.

Ya setiap orang berbeda sih, ada juga yang suka menabung. Tapi saya yakin kegelisahan memiliki banyak harta akan tetap ada.

Jadi apakah memiliki banyak uang itu hal yang penting atau hal yang tidak penting?

Jawabannya relatif, tergantung kondisinya. Kalau uang itu dipergunakan untuk berbagi dan menolong orang lain, maka itu menjadi hal yang penting. Tapi kalau uang tersebut hanya untuk memenuhi hawa nafsu kita sebagai manusia, misalnya berbelanja hingga berlebih-lebihan, maka itu menjadi hal yang tidak penting.

Lalu bagaimana cara untuk kita bisa membedakannya?

Jawabannya hanya satu, yaitu berpikir secara sederhana.

Setiap orang sukses di dunia ini pasti akan setuju dengan teori tersebut. Karena saya juga tahu teori tersebut dari mereka kok. Hahaha…šŸ˜€

Saat kita berpikir secara sederhana maka kita akan menemukan bahwa sesuatu yang simple dan sederhana adalah hal-hal yang penting. Contohnya adalah :

  1. Mengapa kita harus minum 2 liter sehari?
  2. Mengapa kita harus tidur pada malam hari?
  3. atau mengapa berbagi itu penting bagi kehidupan sosial manusia?

Dari contoh-contoh di atas maka akan ditemukan jawaban yang spektakuler dan luar biasa penting bagi kita.

  1. Minum kurang dari 2 liter sehari akan menyebabkan tubuh kita kekurangan cairan. Apabila tubuh kekurangan cairan, maka tubuh kita akan mengambil suplai cairan dari darah atau otak kita sehingga suhu tubuh kita akan menjadi tinggi (panas).
  2. Tidur pada malam hari sangat penting bagi kesehatan, karena saat malam hari tubuh kita akan otomatis bekerja untuk membersihkan racun dalam tubuh kita dan merekonstruksi kembali antibodi dalam tubuh kita. Makanya nggak heran saat pagi hari kita akan membuang kotoran dan racun-racun tersebut.
  3. Lalu pentingnya berbagi adalah, menjadikan manusia lebih peka akan keadaan sekitar. Manusia adalah makhluk yang diciptakan dengan emosi paling sempurna daripada makhluk lainnya. Jika emosi tersebut tidak dilatih dengan baik, maka akan terjadi penyakit-penyakit psikologis. Contohnya adalah NEET seperti saya ini. Hahaha…šŸ˜†

Dari uraian di atas, sudah jelas bahwa sesuatu yang sederhana seringkali adalah sesuatu yang kita lupakan. Padahal yang kita lupakan itu adalah hal-hal yang penting. Karena itu kebanyakan manusia menganggap mereka dapat dengan mudahnya memilah-milah mana hal-hal yang penting bagi mereka dan mana hal-hal yang tidak penting bagi mereka. Itu karena mereka tidak mencoba berpikir secara sederhana melainkan mereka hanya mengikuti kebanyakan orang.

Berpikir itu tidak harus melulu memikirkan sesuatu yang rumit-rumit dan terlalu tinggi lho! Karena kemarin sudah dibahas tentang bagaimana saat kita posisi nongkrong/duduk di toilet kita dapat menemukan ide-ide baru atau mengingat sesuatu yang terlupakan. Nah, saat posisi kita tidak terbebani sesuatu yang rumit tersebut dan hati kita merasa ikhlas (dalam membuang kotoran/hal-hal yang negatif), maka seperti itulah kondisi kita dapat berpikir secara sederhana.šŸ™‚

Tapi ada kalanya juga kita harus menggunakan seluruh kemampuan otak kita guna memecahkan masalah dan mencari solusinya, dengan catatan menggunakan metode berpikir sederhana dahulu baru kemudian dilanjutkan dengan melipatgandakan kondisi berpikir sederhana tersebut. Sederhananya adalah posisikan bagaimana otak kita dapat bekerja dengan nyaman. Berpikir secara sederhana dapat membuat kita menemukan sesuatu hal yang baru atau mungkin juga memecahkan sesuatu yang bahkan orang lain tidak ada yang bisa memecahkannya selain kita sendiri.

Ngomong-ngomong, apakah ada yang bertanya mengapa saya masih menjadi NEET setelah tahu teori di atas?

Jawabannya adalah, karena NEET juga manusia. Hahaha…šŸ˜†

NEET juga perlu waktu untuk bisa berubah dan menyesuaikan diri untuk kembali ke masyarakat. Memang ada perasaan kuat untuk kembali ke lingkungan masyarakat, namun ternyata tidak semudah itu. Paling tidak ada kemajuan lah sekarang. Doakan saya ya. Hehehe…šŸ˜€

~SD.