Tag

, , , , , , ,

Huaah… bangun tidur subuh-subuh begini pikiran fresh, waktu yang tepat untuk menulis dan berpikir. Selain saat bangun tidur, saat yang tepat untuk menulis adalah sebelum tidur. Tapi semalam setelah kenyang saya tak sempat lagi untuk menulis karena FO ngambek. Cewek itu benar-benar makhluk yang misterius ya, mood mereka cepat sekali berubah. Katanya sih FO ngambek karena tangannya pegal-pegal, tapi cuma sebelah.

Tapi FO lebih misterius dari cewek kebanyakan, setelah bermain dengan para pasukan kucingnya, lantas dia moodnya mendadak kembali. Weleh-weleh… fushigi dah!

Oh iya, lanjut ke pembahasan di postingan bersambung yang kemarin…

Kemarin malam saya membahas tentang dua elemen yang sangat krusial yang melingkupi kehidupan manusia sehari-harinya, dan tanpa kedua hal tersebut manusia tidak akan pernah belajar untuk memutuskan sesuatu dan melakukan apa yang harus dilakukannya. Kedua hal tersebut adalah :

2 Elemen yang melingkupi kehidupan manusia :

  1. Hal-hal yang penting
  2. Hal-hal yang tidak penting

Baiklah akan saya jelaskan mengapa saya akan membahas kedua hal itu. Kisah ini dimulai saat Genghis Khan masih kecil, saat itu dia bernama Temujin dan belum tahu kalau sudah besar nanti dia mau jadi apa.

~ Ngomong-ngomong karena mendokusai dan ceritanya panjang banget, maka saya loncatin aja sampai Temujin udah gede.

Genghis Khan alias Temujin

Nah, setelah Temujin diangkat menjadi Genghis Khan oleh perserikatan klan-klan Mongolia, dia kemudian berpikir tentang sesuatu yang penting dan sesuatu yang tidak penting untuk rakyatnya. Meskipun Genghis tidak sekolah dan hidup di padang rumput yang tidak memiliki supermarket, namun Genghis termasuk orang cukup cerdas. Dia kemudian mengumpulkan para pemuka klan dan jenderal-jenderalnya untuk membahas tentang pembangunan ibukota Mongol. Coba bayangkan, Mongol yang dikenal sebagai bangsa nomaden tiba-tiba pingin punya ibukota sendiri!

~ Ee-to… sebentar… nama ibukotanya kalau nggak salah Karakorum deh. (sambil buka-buka wikipedia)

Ibukota Mongol zaman Genghis Khan, Karakorum

Nah, setelah ibukota yang namanya Karakorum (baca : Harahorum) sudah jadi, banyak pemuka klan dan jenderal-jenderal mongol yang pada bingung mereka mau ngapain di ibukota tersebut. Lha wong selama ini mereka nggak pernah tinggal menetap, apalagi punya ibukota!😆

Akhirnya Genghis Khan berpikir keras (tapi saya nggak yakin dia berpikir di toilet apa nggak) dan mengumpulkan para bawahannya untuk membahas apa yang akan mereka lakukan kalau sudah punya ibukota. Kemudian saat itulah Genghis Khan dan para bawahannya membahas apa-apa saja hal-hal yang penting untuk dilakukan dan yang tidak penting untuk dilakukan di sebuah ibukota.

Genghis Khan kemudian menginvasi wilayah-wilayah lain, seperti Persia dan China untuk menculik para ilmuwan dan sarjana-sarjana muda mereka. Oh iya, Genghis juga banyak menculik cewek-cewek mereka juga lho. Konon katanya sih Genghis hobi banget bikin anak. Sampai-sampai diperkirakan anak-anaknya yang berdarah turunan langsung mencapai lebih dari 50.000 orang!!

“Some 17 million people in Asia are estimated to be the direct descendants of Genghis Khan, but in his birthplace, his name and lineage disappeared in the 20th century.”
~ The Descendants of Genghis Khan

Mark Zuckerberg diduga memiliki DNA keturunan Genghis Khan

Matakku dah! Jangan-jangan SD juga punya DNA keturunan Genghis Khan lagi! Tapi kayanya lebih cocok FO, soalnya FO matanya sipit. Hahaha…😆

~ Ngomong-ngomong kita kembali ke pembahasan awal…

Nah setelah para ilmuwan dan sarjana muda tersebut diculik, Genghis memerintahkan kepada mereka untuk memutuskan apa-apa saja hal-hal yang penting dan hal-hal yang tidak penting untuk pembangunan dan pengembangan ibukota Karakorum tersebut.

~ Sebentar saya capek berpikir… istirahat dulu 10 menit.

Oke, dari kisah Genghis Khan dan petualangannya dalam membangun ibukota di atas, maka kita sudah mengerti pentingnya mengetahui mengapa kedua elemen tersebut amatlah krusial dalam kehidupan ini.

Hah? Pesan moral cerita di atas??

Apa ya??

Hmmm… kalau teman-teman menemukan pesan moral atau pengetahuan dari kisah di atas, itu bagus. Artinya teman-teman sudah mengetahui maksud dari pentingnya memutuskan mana hal-hal yang penting bagi kita, dan mana hal-hal yang tidak penting bagi kita.

Kalau begitu pembahasannya kita sambung nanti lagi. Pada postingan selanjutnya kita akan membahas tentang bagaimana membedakan kedua elemen tersebut.

bersambung…

~SD.

~ Saatnya bangunin FO, dia harus berangkat kerja pagi ini.

Sequelnya nih : Mari Kita Belajar Berpikir Secara Sederhana